Sidoarjo, Pointernews.id | 28 Juni 2025 – Dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan, Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Penggerak Koperasi di Favehotel, Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/06/2025).
Sebanyak 250 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka merupakan peserta yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar koperasi sebelumnya, yang diselenggarakan oleh Badiklatda PDI Perjuangan Jawa Timur di Kecamatan Waru pada 1 Juni 2025.
Kegiatan ini menjadi yang pertama kali diadakan di antara 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, menandai langkah awal yang progresif dari DPC Sidoarjo dalam membangun gerakan koperasi berbasis kader partai.
Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus Pengampu DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto, menyampaikan dukungannya penuh terhadap penguatan koperasi yang dinilainya sebagai pilar kemandirian ekonomi rakyat.
“Koperasi adalah jalan perekonomian bangsa. Jalan perekonomian rakyat merupakan bentuk pengejawantahan kemandirian ekonomi bangsa dan negara sebagaimana digariskan oleh Bung Karno dalam Tri Sakti: berdikari di bidang ekonomi. Berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri adalah karakter khas asli bangsa Indonesia,” ujarnya dengan penuh semangat.
Hari Yulianto, yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, menekankan pentingnya koperasi sebagai sistem ekonomi alternatif yang tahan terhadap gejolak.
“Di tengah situasi ekonomi global dan nasional yang sedang tidak baik-baik saja, koperasi justru menjadi solusi dan benteng perekonomian rakyat. Semangat gotong royong di dalam koperasi menjadikannya entitas yang kuat dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Tokoh yang akrab disapa Keceng ini berharap agar seluruh peserta menyerap ilmu yang diberikan dan menerapkannya di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap para peserta menyimak dengan sungguh-sungguh setiap materi yang diberikan. Lebih dari itu, sepulang dari forum ini, mereka mampu mengimplementasikan ilmu-ilmu perkoperasian secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” tandasnya.
Kegiatan peningkatan kapasitas ini menghadirkan narasumber berpengalaman, yaitu:
Drs. Wusono, MT., menyampaikan materi Kepengurusan Koperasi.
“Kalau pada pelatihan sebelumnya peserta diajarkan dasar-dasar perkoperasian, maka kali ini kami menekankan aspek pengelolaan koperasi. Apa peran pengurus, pengawas, hingga anggota pasca pendirian koperasi, supaya koperasi tidak vakum dan memiliki arah yang jelas,” terang Wusono.
Hendrik Effendi, SE., menyampaikan materi Usaha dan Keuangan Koperasi.
“Fokus saya kali ini pada manajemen keuangan koperasi, khususnya neraca, arus kas, dan laporan laba rugi. Semua transaksi harus dicatat dan dilaporkan dengan jelas, agar tercipta akuntabilitas dan transparansi,” ujarnya.
Salah satu peserta, Lilik Indarwati, mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan ini.
“Sangat senang bisa ikut. Ini ilmu yang sangat bermanfaat, apalagi saya nanti akan menjadi pengurus koperasi. Ilmu yang didapat bisa langsung saya praktikkan,” tuturnya.
Ia berharap pelatihan seperti ini bisa terus dilanjutkan.
“Semoga ada pelatihan lanjutan agar wawasan kami tentang koperasi makin dalam,” harapnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, khususnya dalam Pasal 4 yang menegaskan bahwa:
“Tujuan koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur.”
Selain itu, Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (1) menyatakan:
“Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.”
Hal ini diperkuat oleh arah pembangunan ekonomi nasional yang mengedepankan koperasi sebagai soko guru perekonomian, sebagaimana dijabarkan dalam kebijakan-kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.
Sebagai lembaga kaderisasi dan pendidikan politik, Badiklat DPC PDI Perjuangan Sidoarjo terus berkomitmen melahirkan kader-kader koperasi yang berintegritas, profesional, dan berjiwa kerakyatan.
Kegiatan peningkatan kapasitas ini bukan sekadar pelatihan teknis, namun juga bagian dari misi besar PDI Perjuangan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa melalui kekuatan kolektif rakyat, sesuai nilai-nilai ajaran Bung Karno.
Penyelenggaraan Upgrading kader penggerak koperasi ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya koperasi-koperasi tangguh dan mandiri di Sidoarjo, yang kemudian bisa menjadi contoh baik bagi daerah lain di Jawa Timur.
Koperasi ini merupakan bentuk nyata amanah dan komitmen PDI Perjuangan melalui Badiklat DPC Sidoarjo untuk memperkuat basis ekonomi rakyat dari bawah.
Diharapkan, keberhasilan acara ini bisa menjadi role model bagi kabupaten/kota lain di Jawa Timur, dalam membangun koperasi sebagai garda depan kemandirian ekonomi Indonesia.
Melalui semangat gotong royong, penguatan ideologi kerakyatan, serta dukungan regulasi yang jelas, koperasi diyakini akan terus tumbuh sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang berkeadilan sosial.
Keberpihakan pada rakyat kecil, dan konsistensi dalam pendidikan kader menjadi modal utama untuk menjadikan koperasi bukan hanya sebagai badan usaha, tetapi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdaulat dan berdikari. Red (el/ynr).