Sidoarjo, Pointernews.id | 22 Juli 2025 — Di tengah tantangan ekonomi yang masih menghimpit sebagian masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan. Hari ini menjadi momen bersejarah bagi puluhan warga di Kecamatan Tarik, yang merasakan langsung sentuhan empati melalui program bantuan multisektor Baznas yang digelar serentak di berbagai lokasi, Senin (21/07/2025).
Program ini mencerminkan semangat kepedulian dan komitmen Baznas untuk menghadirkan solusi atas kebutuhan nyata masyarakat — dari bidang kesehatan, pendidikan, hingga fasilitas ibadah. Sebuah langkah nyata dalam memaknai zakat sebagai alat pemberdayaan dan bukan sekadar distribusi bantuan.
Di Desa Kedungbocok, Syamsul Hidayat, seorang pria paruh baya yang selama ini kesulitan dalam mobilitas, tak mampu menyembunyikan air matanya saat menerima kursi roda dari tim Baznas. Bantuan sederhana namun bermakna ini membuka kembali ruang aktivitas dalam hidupnya.
“Alhamdulillah, sekarang saya bisa ke mana-mana dengan mudah,” ucap Syamsul penuh haru.
Tak jauh dari sana, di Desa Segodobancang, Nur Fatimah, seorang gadis remaja dengan gangguan pendengaran, tersenyum bahagia saat menerima alat bantu dengar dari tim Baznas. Kehadiran Abah Saleh, Kholid, dan Syukron, tim kemanusiaan Baznas Sidoarjo, disambut hangat oleh keluarganya. Kini, Nur Fatimah bisa mendengar suara dunia dengan lebih jelas — sebuah anugerah besar bagi keluarga yang sebelumnya terhalang keterbatasan ekonomi.

Baznas Sidoarjo juga memberikan perhatian khusus kepada dunia pendidikan. Di SDN Mergosari 2 dan RA MNU Al Ibrohimi Klantingsari, sebanyak 17 siswa dari keluarga kurang mampu menerima bantuan biaya pendidikan.
Bu Tantri, wali kelas SDN Mergosari 2, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut.
“Bantuan ini sangat membantu meringankan beban orang tua siswa yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Anak-anak bisa terus belajar tanpa harus khawatir soal biaya,” ucapnya tulus.
Program multisektor Baznas juga menyentuh ranah spiritual. Di SDN Klantingsari 1, bantuan disalurkan untuk renovasi musholla sekolah, yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan.
Bu Naila, mewakili pihak sekolah, menyambut gembira program ini.
“Musholla ini akan menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah bagi seluruh warga sekolah. Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Baznas,” katanya.
Seluruh rangkaian program ini dilaksanakan dengan melibatkan perangkat desa, lembaga pendidikan, dan keluarga penerima manfaat, guna memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan akuntabel.
Abah Saleh, perwakilan Baznas Kabupaten Sidoarjo, menegaskan bahwa apa yang dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab atas amanah umat.
“Program bantuan ini adalah wujud nyata dari amanah masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infaq, dan sedekahnya kepada Baznas. Kami ingin menunjukkan bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi solusi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan multisektor yang komprehensif lebih efektif dalam menjawab berbagai kebutuhan mendesak masyarakat — sekaligus menjadi model pendekatan sosial yang berkelanjutan.
“Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mendampingi masyarakat agar bangkit dan mandiri. Inilah peran zakat yang sebenarnya,” tambahnya penuh semangat.
Kehadiran Baznas Kabupaten Sidoarjo di Kecamatan Tarik hari ini bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi penciptaan harapan baru. Harapan bahwa setiap zakat yang dititipkan bisa menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih layak.
Dengan semangat “zakat untuk kemanusiaan dan pemberdayaan”, Baznas Sidoarjo terus bergerak menjadi agen perubahan. Melalui program bantuan multisektor, Baznas membuktikan bahwa lembaga zakat mampu menjangkau berbagai aspek kehidupan: kesehatan, pendidikan, dan spiritualitas.
Semoga semangat kolaborasi, amanah, dan kepedulian ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengoptimalkan potensi zakat demi kesejahteraan umat. Karena sejatinya, zakat adalah harapan — dan Baznas adalah jembatannya. Red (sgn/ynr).