Sidoarjo, Pointernews.id | 21 Agustus 2025 – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., secara resmi meresmikan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Polresta Sidoarjo, Kamis (21/8). Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Dalam sambutannya, Kapolri memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Jawa Timur beserta polres jajaran serta seluruh pihak yang turut andil dalam suksesnya pembangunan dapur SPPG tersebut.
“Tentunya saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polda Jatim dan seluruh jajaran serta dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan pembangunan SPPG ini,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri menyampaikan bahwa 13 dapur SPPG yang diresmikan hari ini akan memberikan manfaat langsung kepada 3.405 orang penerima manfaat, serta membuka lapangan kerja dengan menyerap 50 tenaga kerja lokal.
“Pada hari ini kita juga telah meresmikan SPPG Polresta Sidoarjo yang akan memberikan manfaat kepada 3.405 orang dan menyerap tenaga kerja sebanyak 50 orang. Ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” jelas Kapolri.
Hingga saat ini, Polri telah membangun 458 SPPG di seluruh Indonesia dengan total penerima manfaat sekitar 1,59 juta orang. Tak hanya itu, program ini juga berhasil menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 22.859 tenaga kerja, yang sebagian besar berasal dari kalangan lokal.
“Sampai saat ini, Polri telah memiliki 458 SPPG dengan total estimasi penerima manfaat mencapai ± 1,59 juta orang, serta menyerap tenaga kerja sebanyak ± 22.850 tenaga kerja,” tegas Kapolri.
Dalam rangkaian kegiatan di Sidoarjo, Kapolri juga meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) oleh Polresta Sidoarjo sebagai bagian dari dukungan terhadap Perum Bulog dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan nasional.
Secara nasional, GPM Polri telah dilaksanakan dari 6–19 Agustus 2025 di 15.419 titik lokasi yang tersebar di 36 Polda dan 1 Satker Mabes Polri, dengan penyaluran 21.391 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Khusus di wilayah Polda Jawa Timur, GPM telah menyasar 2.994 titik lokasi, dengan penyaluran mencapai 3.438 ton beras SPHP, menjadi bukti konkret keterlibatan Polri dalam menjaga ketahanan pangan.
Inisiatif SPPG dan GPM Polri selaras dengan berbagai regulasi nasional, antara lain:
- Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang mewajibkan pemenuhan gizi masyarakat terutama pada kelompok rentan.
- Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
- Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menekankan pentingnya akses terhadap pangan bergizi.
- Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang mengatur pemenuhan kebutuhan pangan sebagai hak dasar setiap warga negara.
- Program Prioritas Nasional MBG (Makan Bergizi Gratis) tahun 2025 sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan dan pendidikan.
Kapolri menegaskan bahwa peresmian dapur SPPG ini bukan hanya sekadar agenda simbolis, melainkan bentuk konkret pengabdian Polri kepada rakyat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, memperbaiki gizi anak bangsa, dan membuka kesempatan kerja lokal.
“Pembangunan SPPG adalah bagian dari amanah kami sebagai aparat negara untuk hadir dalam setiap denyut kehidupan masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat sehat, anak-anak tumbuh kuat, dan ekonomi lokal bergerak,” tegas Kapolri.
Dengan adanya 13 dapur SPPG yang kini aktif di Polresta Sidoarjo, diharapkan program ini akan: Meningkatkan gizi anak-anak dan keluarga prasejahtera, Menekan angka stunting dan kekurangan gizi, Memberdayakan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, Mendorong kolaborasi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, Menguatkan ketahanan sosial dan ekonomi warga.
Kapolri berharap model kolaboratif seperti ini bisa direplikasi di berbagai wilayah lain.
“Kami ingin menjadikan program ini sebagai penguat solidaritas sosial. Ini bukan hanya kerja Polri, tetapi kerja bangsa. Mari kita jaga semangat kebersamaan ini,” pungkas Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Keberadaan dapur SPPG di Sidoarjo menjadi bukti bahwa kerja nyata dan kolaborasi antar-lembaga mampu menghadirkan solusi untuk permasalahan mendasar bangsa: kesehatan, gizi, dan kesejahteraan.
Dengan dukungan seluruh elemen bangsa, Polri siap menjadi bagian dari transformasi sosial menuju Indonesia yang lebih sehat, tangguh, dan sejahtera. Red (adm/ynr).