Sidoarjo, Pointernews.net | 28 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mengintensifkan berbagai langkah untuk menangani banjir tahunan yang kembali melanda Desa Kedungbanteng dan kawasan Tanggulangin. Banjir yang merendam permukiman warga tahun ini turut menggenangi beberapa fasilitas pendidikan, di antaranya SMP Negeri 2 Tanggulangin, SDN Kedungbanteng, serta SDN Banjarasri.
Saat melakukan sidak banjir di Desa Kedungbanteng pada Kamis (27/11/2025), Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn. menegaskan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara komprehensif dan berbasis kajian ilmiah. Untuk itu, pemerintah daerah akan melibatkan kalangan akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam melakukan kajian penyebab banjir berulang di wilayah tersebut.
Bupati Subandi menyampaikan bahwa pekan depan ITS akan diundang secara resmi guna melakukan mitigasi dan assessment teknis terhadap kondisi banjir tahunan yang terjadi.
“Kita sudah instruksikan. Insya Allah dalam minggu besok kita undang ITS biar dimitigasi dan dilakukan assessment banjir tahunan itu,” ujar Bupati Subandi.
Pelibatan ITS dinilai penting agar pemerintah mendapatkan gambaran menyeluruh tentang faktor penyebab banjir, termasuk kemungkinan penurunan permukaan tanah (land subsidence) yang selama ini dicurigai sebagai salah satu pemicunya.
Bupati menegaskan bahwa jika memang ditemukan penurunan tanah, maka langkah peninggian kawasan akan dilakukan. Namun proses tersebut tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
“Kalau ada peninggian minimal menggunakan alat, ada waterpass yang saat ini dilengkapi komputer, biar kita meninggikan bangunan tidak muspro. Biar tidak kerja dua kali seperti peninggian di SMP Negeri 2 Tanggulangin ini,” jelas Bupati Subandi.
Beliau menekankan pentingnya akurasi pengukuran agar peninggian tanah tidak menjadi tindakan yang harus diulang setiap tahun, namun benar-benar menyelesaikan persoalan jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sidoarjo menginstruksikan BPBD Sidoarjo untuk segera menetapkan status tanggap darurat bencana di Desa Kedungbanteng. Ia meminta agar posko pelayanan segera didirikan di lokasi terdampak.
“Kita akan perintahkan posko kesehatan dan dapur umum berdiri di sini,” tegasnya.
Selain itu, layanan kebutuhan air bersih serta dukungan logistik untuk warga yang terisolasi banjir juga diwajibkan segera tersedia. Pemerintah ingin memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan perlindungan, perhatian, dan bantuan secara cepat dan menyeluruh.
Bupati Subandi juga memaparkan rencana jangka panjang Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, di antaranya pembangunan embung penampung air hujan di wilayah Tanggulangin.
“Nantinya rencana pembangunan embung tidak hanya dilakukan di Kecamatan Tanggulangin. Saat ini progres pembangunan embung sudah dilakukan di Kecamatan Waru. Ada 12 hektar lahan yang telah disiapkan,” terangnya.
Selain di Waru, embung kedua juga akan dibangun di Kecamatan Kota, dengan anggaran yang telah disiapkan dan menunggu proses pembebasan lahan. Tanggulangin menjadi lokasi prioritas berikutnya, namun Bupati menegaskan pembangunan harus berdasarkan kajian yang matang.
“Pembangunan yang kedua di Kecamatan Kota, anggarannya sudah kita siapkan, tinggal pembebasan lahan. Nanti juga ada di Tanggulangin, namun terlebih dahulu ada kajian. Jangan sampai setelah dibangun tidak ada manfaatnya,” tegas beliau.
Dalam setiap langkah, Bupati Subandi kembali menekankan bahwa pemerintah hadir sebagai pemegang amanah rakyat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, OPD, relawan, hingga akademisi untuk bergotong royong mencari solusi terbaik.
Bupati juga memberikan dukungan moral kepada warga yang terdampak, terutama anak-anak sekolah yang proses belajarnya terhambat akibat banjir. Pemerintah memastikan bahwa setiap kebijakan dan upaya dilakukan demi keselamatan, ketenangan, dan kenyamanan warga. Red (ark/ynr).