Sidoarjo, Pointernews.net | 5 April 2026 – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo resmi digelar di Fave Hotel Sidoarjo pada Sabtu (04/04/2026) malam. Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi partai berlambang bola dunia tersebut dalam menentukan nakhoda baru sekaligus memperkuat barisan menghadapi tantangan politik ke depan.
Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid, yang mewakili Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin. Turut hadir Ketua Harian DPW PKB Jawa Timur, Thoriqul Haq mewakili Ketua DPW PKB Jatim, Halim Iskandar.
Selain itu, sejumlah tokoh penting partai juga tampak hadir di antaranya Sriatun, Abdillah Nasih, H. Usman, serta Rizza Ali Faizin, bersama seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo, jajaran DPAC, dan badan otonom (Banom) PKB lainnya.
Dalam sambutannya, Hasanuddin Wahid mengungkapkan bahwa DPC PKB Sidoarjo kerap menghadapi “turbulensi” politik. Namun demikian, militansi kader dinilai tetap kokoh dan tidak tergoyahkan. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran lengkap seluruh pengurus hingga tingkat kecamatan.
“Politik PKB Sidoarjo harus tetap riang gembira dan penuh senyum. Meski ada berbagai tantangan, kita harus menunjukkan bahwa PKB tetap kompak dan solid. Kalau hari ini kita punya 15 kursi, ke depan harus bisa dilipatgandakan menjadi 30 kursi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hasanuddin menyampaikan bahwa DPP PKB akan memberikan perhatian serius terhadap perkembangan PKB Sidoarjo. Bahkan, Sidoarjo diproyeksikan sebagai “laboratorium PKB” bagi daerah lain di seluruh Indonesia.
“DPC PKB di seluruh Indonesia harus belajar dari Sidoarjo tentang cara menang dan menghijaukan daerah. Namun syaratnya, pemimpin yang terpilih harus memenuhi empat kriteria utama sesuai mandat Cak Imin,” imbuhnya.
Empat kriteria tersebut meliputi:
- Politik Kehadiran, yaitu kader harus selalu hadir di tengah masyarakat dan memahami persoalan rakyat secara langsung.
- Politik Pelayanan, yakni menjadikan kepemimpinan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
- Politik Keteladanan, yaitu menjadi figur yang bisa dicontoh di semua tingkatan partai.
- Politik Kepemimpinan, yakni memiliki arah dan visi yang jelas demi kemaslahatan umat dan negara.
Ia juga menekankan pentingnya sensitivitas kader terhadap dinamika global yang berdampak pada kondisi nasional, termasuk situasi geopolitik dunia.
“Para kader harus hadir di semua lini masyarakat. Tidak cukup hanya struktural, tapi juga harus aktif menyapa warga, bekerja nyata, dan memperkuat kaderisasi,” pesannya.
Muscab kali ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari unsur DPC, Banom, serta utusan PAC yang masing-masing mengirimkan lima orang perwakilan. Agenda utama sidang meliputi perumusan langkah strategis partai serta pengusulan nama-nama bakal calon ketua DPC PKB Sidoarjo.
Sementara itu, Thoriqul Haq menegaskan bahwa pelaksanaan Muscab harus mengedepankan prinsip musyawarah mufakat. Ia berharap proses pemilihan berjalan damai tanpa mekanisme voting.
“Muscab harus berlangsung tenang dan penuh kebersamaan. Tidak boleh ada voting, semua harus diselesaikan dengan musyawarah mufakat. PKB hari ini bukan hanya tentang sejarah lahir dari NU, tetapi tentang apa yang bisa diberikan PKB untuk NU dan masyarakat luas,” ujarnya.
Gelaran Muscab ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum memperkuat semangat perjuangan kader. Dengan soliditas, amanah kepemimpinan, serta semangat pelayanan, PKB Sidoarjo diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemenangan politik yang menginspirasi daerah lain di Indonesia. Red (ynr).