
Sidoarjo, Pointernews.id | 3 Januari 2025 — Proyek pembangunan gapura warga RW 02 Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, yang sempat terhambat akibat masalah dengan proyek pembangunan jalan dan jembatan Frontage Road Waru-Buduran (LJT), yang di menangkan oleh PT. TECTONIA GRANDIS dengan nilai kontrakk Rp.33.032.306.567,47, kini telah kembali berjalan dengan lancar dan aman. Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak yang bekerja sama untuk menyelesaikan hambatan-hambatan yang terjadi sebelumnya.
Setelah adanya masalah yang sempat membuat proyek terhenti, pihak pemerintah Kabupaten Sidoarjo, terutama dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), turun tangan untuk memastikan kelancaran proses pembangunan gapura. Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini dengan melakukan koordinasi intensif antara pihak kontraktor, masyarakat, serta pihak terkait lainnya.
Selain itu, masyarakat RW 02 juga turut memberikan suport dengan aktif berkomunikasi dengan pemerintah dan pihak terkait guna memastikan bahwa pembangunan gapura tetap sesuai rencana. Warga setempat menyatakan bahwa mereka sangat mendukung pembangunan ini karena gapura tersebut menjadi simbol identitas dan kebanggaan bagi mereka.
Masyarakat Desa Buduran sangat berharap agar pembangunan gapura ini dapat segera selesai dengan kualitas terbaik. Gapura tersebut diharapkan menjadi simbol kemajuan dan perwujudan dari pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Selain itu, dengan lancarnya pembangunan ini, diharapkan akan meningkatkan potensi pariwisata lokal dan mempererat hubungan antarwarga.
“Gapura ini bukan hanya sekedar proyek fisik, tetapi juga simbol kebersamaan dan semangat gotong royong antarwarga. Kami berharap ini bisa selesai dengan baik dan memberi dampak positif bagi Desa Buduran,” ujar Yusni, salah seorang warga RW 02.
Sebelumnya, proyek pembangunan jalan dan jembatan Frontage Road Waru-Buduran (LJT) sempat mengganggu pelaksanaan pembangunan gapura. Beberapa lahan milik warga terimbas proyek tersebut, yang menyebabkan terhambatnya proses pembangunan gapura. Namun, setelah berbagai pertemuan dan mediasi antara pihak terkait, akhirnya masalah tersebut dapat diselesaikan dengan memberikan kompensasi atau ganti rugi berupa pembangunan bangunan yang lebih baik di sekitar area yang terdampak.
Pihak pengembang proyek jalan dan jembatan LJT, yang bekerja sama dengan pemerintah, telah menyepakati untuk memberikan ganti rugi berupa pembangunan fasilitas umum, termasuk gapura yang kini dibangun untuk menggantikan kerugian yang terjadi sebelumnya. Dengan adanya penyelesaian ini, warga merasa lebih dihargai dan puas dengan langkah yang diambil oleh pemerintah serta pihak terkait.
“Setelah melalui proses mediasi, kami akhirnya mendapatkan ganti rugi yang sesuai dan meyakinkan, berupa pembangunan gapura yang menjadi kebanggaan warga. Kami bersyukur masalah ini dapat diselesaikan dengan baik,” ungkap Fredy, perwakilan warga RW 02.
Pembangunan gapura warga RW 02 Desa Buduran kini berjalan dengan lancar dan aman setelah sebelumnya terhambat oleh masalah dengan proyek pembangunan jalan dan jembatan Frontage Road Waru-Buduran. Dukungan dari pemerintah, pihak pengembang, dan masyarakat setempat membuat proses pembangunan dapat kembali berjalan tanpa kendala. Harapan warga agar gapura ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi desa semakin kuat, terutama setelah penyelesaian masalah ganti rugi yang adil dan tepat. Pembangunan gapura ini diharapkan akan menjadi simbol kebersamaan, kemajuan, dan identitas Desa Buduran yang semakin dikenal luas. Red (ynr).