Sidoarjo, Pointernews.id | 25 Februari 2025 – Zudha, seorang guru di SMK Yos Sudarso 2 Sidoarjo, Jalan Monginsidi No. 1, Sidoklumpuk, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, yang juga aktif mengelola usaha mie pangsit, membuktikan bahwa menjalani dua profesi sekaligus bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan. Meskipun sehari-harinya mengajar di sekolah dari pukul 7 pagi hingga 1 siang, Zudha masih menyisihkan waktu untuk menjalankan usaha mie pangsit yang sudah ada sejak tahun 1992.
Usaha mie pangsit ini sudah dimulai oleh ayah Zudha, dan kini ia memegang kendali usaha tersebut sejak tahun 2016 di Jalan Jenggolo 2, Depan Kantor Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan pengalaman dan semangat yang diturunkan dari sang ayah, Zudha berusaha untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha tersebut, bahkan berencana untuk membuka cabang baru.
Zudha menjalankan usaha mie pangsit dengan model yang lebih modern. Konsumen kini bisa memesan mie pangsitnya dengan mudah melalui aplikasi online seperti WhatsApp, Grab, dan Shopee Food. Dengan kemudahan ini, usaha mie pangsit yang dikelola Zudha semakin banyak dikenal oleh masyarakat, bahkan di luar Sidoarjo. Waktu yang fleksibel antara mengajar dan berdagang memungkinkan Zudha untuk tetap fokus pada keduanya.
“Sejak 2016, saya sudah mengelola usaha mie pangsit ini sendiri. Saya percaya, dengan dedikasi dan dukungan dari pelanggan setia, usaha ini bisa berkembang lebih besar lagi. Rencana saya ke depan adalah membuka cabang-cabang baru agar lebih banyak orang yang bisa merasakan mie pangsit kami,” ujar Zudha.
Sebagai guru yayasan di SMK Yos Sudarso 2 Sidoarjo, Zudha selalu memastikan bahwa tugas utamanya di dunia pendidikan tetap menjadi prioritas. Ia mengajar dengan penuh semangat di sekolah pada pagi hari, sementara setelah jam mengajar selesai, Zudha langsung terjun ke usaha mie pangsit yang sudah dikelola lebih dari satu dekade.
“Waktu mengajar saya dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang, jadi waktu setelah itu saya bisa fokus untuk menjalankan bisnis. Menjalani dua peran ini memang tidak mudah, tapi saya bisa menyeimbangkannya karena keduanya saling mendukung,” kata Zudha.
Zudha sangat mengapresiasi dukungan dari keluarga, rekan kerja, dan pelanggan yang telah memberikan semangat untuk mengembangkan usaha ini. Dengan semangat pantang menyerah, Zudha terus berinovasi dalam menjalankan usahanya dan berharap mie pangsit yang dikelolanya dapat dikenal lebih luas.
“Keluarga dan rekan kerja saya memberikan banyak dukungan, itu sangat berarti bagi saya. Semangat dan harapan saya adalah usaha ini bisa berkembang, dan saya bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk lebih banyak orang. Semoga saya bisa terus melangkah maju di bidang pendidikan dan bisnis secara bersamaan,” tutup Zudha.
Dengan komitmen tinggi terhadap pendidikan dan usaha dagang, Zudha menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin sukses menjalani kedua profesi sekaligus. Kini, mie pangsit yang dikelola Zudha tak hanya menjadi pilihan kuliner favorit di Sidoarjo, tetapi juga menjadi simbol ketekunan dan dedikasi dalam mengelola dua dunia yang berbeda. Red (pipin).