Ponorogo, Pointernews.id | 8 Maret 2025 – Kegiatan pengajian akbar yang digelar oleh SMPN 2 Kauman Ponorogo, yang merupakan puncak dari Dakapo Festival 2025, berhasil menghipnotis ribuan jamaah yang hadir dengan suara merdu dari pendakwah muda asal Surabaya, Ning Umi Laila. Meskipun hujan sempat mengguyur wilayah tersebut, semangat antusiasme warga dan peserta tidak surut, menunjukkan betapa besar antusiasme masyarakat dalam mengikuti acara tersebut.
Acara yang diselenggarakan dihalaman lapangan sekolah SMPN 2 Kauman, Demalang, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, pada hari jum’at malam sabtu, (07/03/2025), ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan, termasuk Kepala Sekolah SMPN 2 Kauman, Drs. Indarto Bandono, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri MM, serta ribuan peserta dari lebih dari 1200 siswa yang mengikuti lomba dalam rangka Dakapo Festival, yang melibatkan 55 SD/MI se-Kabupaten Ponorogo. Tamu undangan lainnya juga termasuk perwakilan dari berbagai lembaga pendidikan dan masyarakat sekitar.
Acara yang berlangsung meriah ini dimulai dengan penampilan dari siswa-siswi SMPN 2 Kauman, yang terdiri dari OSIS, kelas tahfidz, dan penampilan grup hadroh El Jannatain serta Mahalul Qiyam. Suasana menjadi semakin hidup dengan penampilan sholawat dari Ning Umi Laila, yang dikenal dengan gaya dakwahnya yang segar, menarik, dan menyentuh hati.

Ning Umi Laila, yang memiliki nama lengkap Umi Lailatul Rahma Hadi, mengungkapkan bahwa pengajian kali ini sangat spesial bagi dirinya. “Sebenarnya setiap Ramadan saya tidak bisa ngaos (ngaji), tetapi demi cintaku pada Dakapo, saya hadir di sini,” katanya dalam sambutannya. Ia juga menjelaskan bahwa puasa adalah ibadah yang langsung berhubungan dengan Allah SWT, yang memiliki makna mendalam. “Puasa adalah ibadah yang saksi dan pahalanya hanya kita dan Allah yang tahu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ning Umi Laila menyampaikan pesan tentang hakikat puasa. “Ramadhan itu seperti kawah candradimuka dalam dunia pewayangan, tempat di mana kita menempa diri untuk menjadi lebih baik. Inilah kesempatan kita untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah,” jelasnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Kauman, Drs. Indarto Bandono, M.Pd., juga mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya penyelenggaraan Dakapo Festival. Lomba yang diikuti oleh lebih dari 1200 peserta dari 55 SD/MI ini telah membuktikan antusiasme dan semangat generasi muda dalam mengikuti kegiatan yang edukatif dan islami yang terletak di Jalan Sayang Ayu Desa Sumoroto. “Ini adalah wujud nyata dari semangat belajar dan berprestasi. Kami bangga dapat mendukung generasi muda untuk terus berkembang dan berkarya,” ungkapnya.
Indarto juga menyampaikan bahwa SMPN 2 Kauman telah meraih berbagai prestasi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional, dengan kelas unggulan seni dan tahfidz yang menjadi salah satu daya tarik sekolah ini. Salah satu prestasi terbaru adalah kemenangan Singo Sumo Wicitro yang meraih juara umum dalam Festival Reog Remaja 2024 dan menjadi tahfidz terbaik dalam Wisuda Bupati Ponorogo.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri MM, juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan Dakapo Festival 2025 dan pengajian akbar yang dihadiri oleh Ning Umi Laila. “Kami sangat mengapresiasi acara seperti ini, yang tidak hanya mendidik tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda,” ungkapnya.
Puncak acara Dakapo Festival 2025 ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan. Semangat, dukungan, dan antusiasme yang tercermin selama acara menunjukkan bahwa generasi muda, khususnya siswa-siswi SMPN 2 Kauman Ponorogo, siap untuk terus berprestasi dan mengembangkan diri sesuai dengan nilai-nilai Qur’ani yang telah diajarkan.
Dengan mengusung tema “Cerdas Berkarya, Cerdas Berbudaya, Mandiri Bisa, Bersama Luar Biasa,” SMPN 2 Kauman menunjukkan komitmennya untuk terus mendidik generasi penerus yang tidak hanya cerdas akademis tetapi juga memiliki akhlak dan budaya yang kuat.
Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk terus mengedukasi dan mempererat tali persaudaraan antarwarga serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Ponorogo, terutama dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat dan keyakinan yang tinggi. Red (Tim).