Mojokerto, Pointernews.id | 8 Mei 2025 – Dalam upaya mendekatkan pelayanan publik dan mendorong kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, Bupati Mojokerto, Drs. KH. Muhammad Albarraa, M.Hum. atau yang akrab disapa Gus Barra, secara resmi meresmikan Graha Sulpa Sthana yang berlokasi di Pasar Rakyat Bagusan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, pada Rabu (07/05/2025).
Fasilitas ini secara khusus disiapkan untuk mempermudah masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2). Gedung yang dulunya merupakan terminal angkutan umum ini kini telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan pajak yang modern dan inklusif, menyediakan loket-loket pembayaran baik secara tunai maupun non-tunai.
Dalam sambutannya, Gus Barra menyampaikan semangat dan harapannya agar masyarakat semakin bergairah dalam membayar pajak. “Kami ingin dengan adanya fasilitas ini, masyarakat semakin semangat dan sadar pajak. Pelayanan kini semakin mudah dan bisa langsung diakses. Tadi saya lihat sendiri, banyak warga datang untuk membayar PKB dan PBB P2 secara langsung, ini patut kita apresiasi,” ujar Gus Barra.
Graha Sulpa Sthana juga menyediakan layanan tambahan seperti pemecahan objek pajak, balik nama kendaraan, dan perbaikan data yang salah. Fasilitas ini menjadi sangat penting terutama bagi warga wilayah utara Sungai Brantas, yang kini tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk memenuhi kewajiban pajaknya.
Gus Barra menjelaskan bahwa pendapatan dari opsen PKB dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sangat strategis bagi Kabupaten Mojokerto. “PBB P2 serta opsen PKB dan BBNKB berkontribusi sebesar 47,08% terhadap penerimaan pajak daerah. Maka pemungutannya harus kita optimalkan. Inilah alasan kami membangun Graha Sulpa Sthana—untuk memberikan layanan prima dan mempermudah masyarakat,” tegasnya.
Opsen adalah pungutan tambahan pajak dalam persentase tertentu yang dibayarkan bersamaan dengan PKB. Sementara itu, PKB tetap menjadi pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, kontribusi dari opsen sangat berarti bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mojokerto.
Selain peresmian fasilitas, pada momen ini Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menggelar pasar murah sebagai bentuk kepedulian terhadap daya beli masyarakat. Kegiatan ini menambah semarak dan antusias warga dalam menyambut pembukaan Graha Sulpa Sthana.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, menargetkan bahwa pendapatan dari opsen PKB dan BBNKB tahun ini bisa mencapai Rp121 miliar. Untuk mendukung target tersebut, pihaknya merencanakan pembangunan fasilitas serupa di wilayah Mojosari, Pungging, dan Ngoro. “Fasilitas ini kami lengkapi dengan gerai-gerai pembayaran non-tunai. Digitalisasi menjamin akuntabilitas dan memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui transparansi serta kecepatan pembayaran,” jelasnya.
Gus Barra menutup sambutannya dengan ajakan yang penuh semangat dan tanggung jawab, “Mari kita dukung pembangunan Kabupaten Mojokerto dengan taat membayar pajak. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah patuh pajak. Dan mari bersama kita sukseskan gerakan pembayaran pajak secara digital demi pelayanan yang lebih baik di masa depan. Pajak Anda, untuk Mojokerto yang lebih maju!”
Dengan hadirnya Graha Sulpa Sthana, Pemkab Mojokerto berharap semakin banyak masyarakat yang sadar dan tertib membayar pajak. Fasilitas ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Bumi Majapahit. Pemerintah optimis, pelayanan yang semakin dekat, cepat, dan nyaman akan menjadi kunci dalam meningkatkan PAD serta mendorong kemajuan dan kesejahteraan daerah. Red (srh).