Sidoarjo, Pointernews.id | 27 Juni 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan program Pesantren Sehat, sebuah inisiatif unggulan Provinsi Jawa Timur melalui program IKI Pesat Jatim (Inisiatif, Kolaborasi, Inovasi Pesantren Sehat). Komitmen ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (26/06/2025).
Rakor yang mengusung semangat kolaborasi model Hexa Helix ini turut melibatkan berbagai pihak penting mulai dari unsur pemerintah daerah, kementerian dan lembaga negara, organisasi keagamaan, lembaga zakat dan filantropi, akademisi, hingga forum jejaring seperti Forum CSR dan FKKS. Pendekatan lintas sektor ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan memperluas dampak program kesehatan di lingkungan pesantren.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwannita, M.Kes., menyampaikan apresiasi terhadap capaian tahun sebelumnya dan mengungkapkan optimisme atas peningkatan kuantitas dan kualitas di tahun ini.
“Kami ingin semua aspek bisa lebih baik. Baik dari sisi jumlah pesantren yang didampingi maupun dari segi mutu layanan kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Sulistyowati, S.KM., MPPM., menyatakan bahwa Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu wilayah dengan progres luar biasa dalam implementasi program ini.
“Prestasi Sidoarjo sudah sangat baik. Tahun ini, kita akan dampingi lima pesantren dalam program Pesantren Sehat,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Septiana, S.KM., selaku Plt. Kepala Rumah Sehat Baznas (RSB) Sidoarjo menegaskan komitmen Baznas dalam mendukung kesehatan para santri. Ia menyampaikan bahwa Baznas bersama RSB telah aktif memberikan layanan kesehatan langsung ke pesantren.
“Beberapa waktu lalu, tim RSB Baznas melakukan pemeriksaan kesehatan umum dan pemeriksaan mata di empat pesantren di Sidoarjo. Kami juga telah membagikan 400 pasang kacamata kepada santri yang membutuhkan,” terangnya.
Melalui pendekatan filantropi dan sinergi lintas sektor, Baznas Sidoarjo terus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat dan kondusif bagi tumbuh kembang ilmu dan karakter para santri.
Program Pesantren Sehat sendiri tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan fisik, namun juga mencakup edukasi pola hidup bersih dan sehat, pengelolaan sanitasi lingkungan, serta pembentukan kader kesehatan santri yang menjadi ujung tombak di tingkat pesantren.
Baznas Kabupaten Sidoarjo menegaskan akan terus menjadi bagian penting dari kolaborasi Hexa Helix dalam mendukung suksesnya program ini. Melalui amanah dan dukungan umat, Baznas berkomitmen untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan di lingkungan pesantren sebagai pilar pendidikan dan pembinaan generasi muda yang berakhlak dan berdaya saing.
“Kami percaya, melalui kolaborasi yang kuat, semangat gotong royong, dan komitmen yang tulus, program Pesantren Sehat akan menjadi titik tolak hadirnya pesantren yang sehat, kuat, dan mandiri di Jawa Timur,” tutup perwakilan Baznas Sidoarjo penuh semangat. Red (sgn/ynr).