Sidoarjo, Pointernews.id | 24 Juli 2025 — Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program pemerataan pendidikan yang telah dicanangkan oleh pemerintah, SMA Negeri 2 Sidoarjo melaksanakan kegiatan sosial berupa pemberian bantuan seragam sekolah secara gratis kepada siswa-siswi kelas X yang kurang mampu. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis siang, 24 Juli 2025, dan menyasar sebanyak 30 siswa yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim dan piatu.
Program ini menjadi wujud komitmen lembaga pendidikan dalam menghilangkan hambatan sosial-ekonomi dalam proses belajar-mengajar dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh pelajar untuk meraih pendidikan yang layak dan bermutu.
Kepala SMA Negeri 2 Sidoarjo, Dr. Ristiwi Peni, M.Pd., menyampaikan bahwa program bantuan seragam ini merupakan bagian dari implementasi program “Anak Asuh”, yang telah berjalan sejak tahun ajaran 2024/2025. Saat ini, ada 15 siswa anak asuh yang mendapatkan beasiswa pendidikan, bantuan biaya hidup, serta bimbingan dan konseling secara rutin.
“Jadi program pemerataan pendidikan ini sudah kami jalani sejak awal tahun ajaran lalu. Anggarannya berasal dari dana sosial bapak/ibu guru, pegawai, dan infaq shodaqoh siswa. Semua ikut bergotong royong membantu sesama,” ujar Dr. Ristiwi.
Melalui bantuan seragam dan program anak asuh, SMA Negeri 2 Sidoarjo bertujuan untuk: Meringankan beban biaya personal pendidikan bagi siswa kurang mampu, Membantu siswa agar dapat belajar dengan nyaman dan penuh semangat, Menumbuhkan rasa percaya diri dan menghindari rasa rendah diri akibat keterbatasan ekonomi, Meringankan beban wali murid dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka, Mendorong peningkatan prestasi akademik maupun non-akademik.
Dr. Ristiwi menambahkan bahwa sekolah akan terus mendukung program pemerintah dalam pemerataan pendidikan, dan berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dengan dukungan dari seluruh pihak.
“Yang jelas, kami mendukung sepenuhnya program pemerataan pendidikan. Semoga kegiatan ini terus berjalan dengan baik. Anak-anak juga semoga bisa lebih semangat dan terus berprestasi,” harap beliau.
Program ini tidak hanya menunjukkan kepedulian lembaga terhadap siswa kurang mampu, tetapi juga menjadi cerminan semangat gotong royong dan solidaritas antarwarga sekolah. Kolaborasi antara guru, pegawai, siswa, dan orang tua dalam menghimpun dana sosial adalah bentuk nyata penerapan nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan.
Kegiatan ini sejalan dengan visi pendidikan nasional yang menempatkan pendidikan sebagai hak dasar setiap warga negara, tanpa terkecuali. SMA Negeri 2 Sidoarjo membuktikan bahwa kepedulian dan aksi nyata dapat memperkecil kesenjangan dan memperluas akses menuju pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
Dengan menyentuh 30 siswa dalam satu hari melalui bantuan seragam gratis dan 15 siswa anak asuh secara berkelanjutan, SMA Negeri 2 Sidoarjo menjadi contoh sekolah yang aktif mendukung visi besar pemerintah dalam pemerataan pendidikan.
Mari terus dukung upaya sekolah-sekolah yang peduli. Bersama kita wujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan membebaskan setiap anak bangsa dari belenggu keterbatasan ekonomi.
“Pendidikan adalah hak semua anak, bukan hanya mereka yang mampu. Dan SMA Negeri 2 Sidoarjo telah menjawab panggilan amanah ini dengan aksi nyata.” Red (sgn/ynr).