Sidoarjo, Pointernews.net | 8 November 2025 — Suasana penuh semangat, dukungan, dan inspirasi menyelimuti halaman SMPN 4 Sidoarjo pada gelaran Gemilang Bulan Bahasa dan Kokurikuler 2025, Sabtu (8/11/2025). Dengan mengusung tema “Sejuta Kata dan Aksi Menginspirasi Negeri,” acara ini menjadi ajang ekspresi, kolaborasi, sekaligus pembuktian bahwa kecintaan terhadap bahasa dan literasi dapat tumbuh subur apabila diberi ruang yang luas dan kreatif.
Kepala SMPN 4 Sidoarjo, Lilik Sulistyowati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Bulan Bahasa bukan sekadar tradisi, melainkan momentum penting dalam memperkuat jati diri bangsa.
“Bulan Bahasa adalah momentum bagi kita untuk meneguhkan hati dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa dan sarana nomor satu membangun negeri. Melalui bahasa, kita bisa menyalurkan ide dan membangun peradaban,” ujarnya penuh amanah dan semangat.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang agar seluruh warga sekolah—baik siswa, guru, maupun orang tua—dapat berperan aktif dalam menghidupkan budaya literasi.
Gelaran tahun ini menghadirkan beragam aktivitas kreatif. Selain lomba-lomba literasi seperti musikalisasi puisi, tembang macapat, story telling, dan menulis berita, SMPN 4 Sidoarjo juga memperkenalkan dua inovasi unggulan:
- Radio Sekolah Tiga Bahasa (Indonesia–Inggris–Jawa)
- Majalah Elektronik Sekolah
Mengenai inovasi tersebut, Kepala SMPN 4 Sidoarjo menjelaskan:
“Kami berupaya memberikan inovasi. Informasi kegiatan, karya, dan ide kreatif siswa, guru, serta orang tua kami kemas dalam majalah elektronik yang bisa diakses melalui website sekolah.”
Untuk radio sekolah, beliau menambahkan:
“Radio sekolah kami siarkan setiap jam istirahat pertama dan dikemas dalam tiga bahasa. Ini salah satu upaya kami agar anak-anak mampu berkomunikasi dan menyampaikan informasi secara cepat dan menarik.”
Inovasi ini disambut antusias oleh siswa yang semakin bersemangat mengembangkan kemampuan public speaking dan literasi digital.
Tidak berhenti pada kegiatan intrasekolah, SMPN 4 Sidoarjo juga menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sidoarjo untuk memperkuat budaya membaca dan akses literasi.
Lebih dari itu, kegiatan ini melibatkan guru dan orang tua melalui: Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), Lomba menulis cerita, Kolaborasi seni tari antara kelas reguler dan Kelas Khusus Seni Budaya (KKSB), Penampilan Sendratari Kisah Roro Jonggrang yang memukau.
“Alhamdulillah kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari orang tua murid. Kami ingin menghadirkan ruang ekspresi bagi seluruh warga sekolah untuk menyalurkan bakat dan kreativitasnya,” ungkap Kepala SMPN 4 Sidoarjo dengan penuh syukur.
Kegiatan ini turut mendapat perhatian langsung dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Ng. Tirto Adi, M.P., M.Pd. Beliau meninjau langsung proses lomba menulis yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua.
Dalam kunjungannya, beliau memberikan apresiasi tinggi:
“Ini menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki leadership yang bagus, mampu berkoordinasi dengan para guru dan membangun partisipasi anak-anak. Saya sangat salut, karena kegiatan ini digerakkan oleh siswa, guru hanya sebagai pendamping. Itu luar biasa.”
Beliau juga mendorong agar inovasi SMPN 4 Sidoarjo bisa menjadi model inspiratif bagi sekolah lain.
“Anak-anak perlu diberi ruang pengalaman pembelajaran nyata—bagaimana mereka bisa berkreasi, berorganisasi, dan menunjukkan potensi terbaiknya. Itu yang penting.”
Melalui semarak Bulan Bahasa dan berbagai kreasi inovatif, serta Kokurikuler 2025, SMPN 4 Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan: Literasi yang berkualitas, Kreativitas tanpa batas, Karakter unggul generasi muda, Menjadi sekolah inspiratif yang memajukan pendidikan berbasis budaya dan inovasi.
Dengan peluncuran Radio Sekolah Tiga Bahasa dan Majalah Elektronik, SMPN 4 Sidoarjo berharap semakin banyak karya yang lahir dan semakin luas inspirasi yang mengalir.
Bersama “Sejuta Kata dan Aksi Menginspirasi Negeri,” SMPN 4 Sidoarjo siap terus gemilang—menjadi pelopor gerakan literasi dan kreativitas di Kabupaten Sidoarjo dan Indonesia. Red (ynr).