Sidoarjo, Pointernews.net | 31 Desember 2025 – Ruang Publik Sidoarjo (RPS) menggelar Kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 pada Selasa malam, (30/12/2025), mulai pukul 19.00 WIB sampai selesai. Kegiatan yang berlangsung dalam format diskusi publik terbuka ini menjadi ruang evaluasi, penyampaian kritik, sekaligus gagasan konstruktif dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Sidoarjo.
RPS merupakan sebuah grup WhatsApp yang diinisiasi oleh Sujani, S.Sos., sosok yang dikenal luas sebagai Bupati Swasta Sidoarjo. Forum ini beranggotakan beragam unsur strategis daerah, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan LSM, ormas, komunitas, organisasi pers, partai politik, hingga masyarakat umum. Keberagaman latar belakang tersebut menjadikan RPS sebagai ruang diskusi yang dinamis dan representatif.
Diskusi publik ini dipandu oleh Nanang Haroman sebagai moderator dan menghadirkan sejumlah tokoh Sidoarjo, di antaranya Adam Rusdi, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Wahyu Lumaksono, S.Pd., anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Partai Amanat Nasional (PAN), aktivis Hariyadi, serta tokoh masyarakat dan organisasi lainnya, termasuk Bapak Willy, yang dikenal sebagai salah satu tokoh pergerakan di Sidoarjo.
Dalam diskusi tersebut, berbagai pendapat, kritik, dan masukan mengemuka. Salah satu sorotan utama adalah kinerja pimpinan daerah sepanjang tahun 2025, termasuk dinamika dan konflik antara Bupati dan Wakil Bupati yang dinilai berpotensi menghambat efektivitas pemerintahan dan kualitas pelayanan publik. Peserta diskusi juga menyoroti realisasi janji kampanye yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga akhir tahun 2025.

Isu lain yang cukup dominan dibahas adalah persoalan SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Adam Rusdi, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya memahami mekanisme tata kelola keuangan daerah.
“Refleksi akhir tahun seperti ini sangat penting sebagai bagian dari kontrol publik. Namun perlu dipahami bahwa dalam tata kelola pemerintahan, setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus mengikuti mekanisme perencanaan, penganggaran, serta regulasi yang berlaku. Terkait SILPA, hal itu tidak serta-merta menunjukkan kegagalan, tetapi perlu dilihat dari sisi kehati-hatian fiskal dan proses administrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Sujani menegaskan bahwa forum RPS dibentuk sebagai ruang diskusi yang terbuka, jujur, dan independen, tanpa kepentingan politik praktis.
“Ruang Publik Sidoarjo kami bentuk sebagai ruang diskusi yang jujur, terbuka, dan setara. Di sini tidak ada kepentingan politik, yang ada adalah kepentingan Sidoarjo. Kritik dan perbedaan pendapat harus diterima sebagai energi perbaikan agar janji-janji kampanye tidak berhenti pada narasi,” tegasnya.
Dari sudut pandang masyarakat sipil, aktivis Hariyadi menyampaikan kegelisahan publik terhadap kondisi tersebut. Ia menekankan agar konflik internal pimpinan daerah tidak berdampak pada rakyat.
“Banyak janji-janji kampanye yang sampai akhir 2025 ini belum dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Konflik di internal pimpinan daerah jangan sampai mengorbankan pelayanan publik. Forum seperti RPS ini penting agar suara masyarakat tidak hanya menjadi formalitas,” ungkapnya.
Kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 RPS ini menegaskan pentingnya partisipasi publik dalam mengawal jalannya pemerintahan daerah. Diskusi yang berlangsung dengan suasana terbuka, kritis, namun tetap penuh semangat kebersamaan ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap masa depan Sidoarjo.
Melalui forum ini, seluruh elemen masyarakat menyampaikan dukungan dan amanah kepada pimpinan daerah agar mampu memperbaiki komunikasi, memperkuat sinergi, serta menuntaskan janji-janji kampanye secara bertahap dan terukur. Harapannya, hasil refleksi ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama dan mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan Kabupaten Sidoarjo yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat di tahun 2026 mendatang.
Dengan semangat refleksi dan kebersamaan, RPS diharapkan terus menjadi ruang publik yang sehat, kritis, dan konstruktif demi Sidoarjo yang lebih baik. Red (ynr).