Mojokerto, Pointernews.net | 10 Juli 2026 – Seorang pria lanjut usia berinisial Atm 60 th, warga Karangnongko, Kota Mojokerto, meninggal dunia di kawasan Lapangan Surodinawan pada Kamis malam. Peristiwa tersebut memicu perhatian masyarakat terhadap kondisi lapangan yang dinilai minim penerangan pada malam hari, meskipun selama ini disebut sebagai kawasan yang telah ditertibkan atau “steril”.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Atm 60 th, diketahui berada di lokasi bersama seorang perempuan berinisial Rsm 20 th, warga Kelurahan Blooto, sekitar pukul 19.45 WIB. Saat berada di area lapangan, korban dilaporkan tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Melihat kondisi tersebut, Rsm segera meminta pertolongan kepada pedagang yang berada di sekitar lapangan. Atas arahan warga, ia kemudian mendatangi Koramil Prajurit Kulon untuk melaporkan kejadian tersebut.
Menerima laporan itu, anggota Babinsa Koramil 0815/01 Prajurit Kulon, dan anggota Polsek, langsung menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Di lokasi juga ditemukan sepeda motor Yamaha Jupiter ,yang diduga milik korban.
“Saat saya datang, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kami kemudian mengamankan lokasi sambil menunggu petugas kepolisian dan tim medis,”
Peristiwa ini kemudian memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat mengenai tujuan pertemuan korban dengan perempuan tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yang menyatakan adanya aktivitas melanggar hukum maupun penyebab pasti kematian korban. Penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut.
Di sisi lain, warga menyoroti kondisi Lapangan Surodinawan yang dinilai kurang memiliki penerangan pada sejumlah titik sehingga suasana menjadi gelap saat malam hari. Menurut warga, kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas yang tidak semestinya sekaligus mengurangi rasa aman bagi masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di kawasan tersebut.
“Kalau malam banyak titik yang gelap. Penerangan perlu ditambah supaya lebih aman dan tidak menimbulkan kesan rawan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga berharap Pemerintah Kota Mojokerto segera melakukan evaluasi terhadap fasilitas penerangan, meningkatkan patroli keamanan, serta memperkuat pengawasan di kawasan Lapangan Surodinawan agar ruang publik tersebut tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat. Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo Mojokerto. Red (srh).