
Sidoarjo, Pointernews.id | 23 Januari 2025 – Desa Banjarasri, yang terletak di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dilanda banjir hebat setelah hujan deras yang turun terus-menerus selama empat hari berturut-turut. Curah hujan yang ekstrem menyebabkan aliran sungai meluap, menggenangi sejumlah permukiman warga dengan ketinggian air yang mencapai kurang lebih 40 centi meter.
Akibat dari banjir ini, banyak warga yang mengeluhkan munculnya penyakit kulit akibat terpapar air kotor dan tergenang dalam waktu lama. Beberapa penyakit kulit yang banyak dikeluhkan warga antara lain gatal-gatal, eksim, dan iritasi pada kulit, yang semakin parah mengingat kondisi lingkungan yang tidak bersih dan minimnya akses ke fasilitas sanitasi yang layak.
Tidak hanya itu, aktivitas sehari-hari warga pun terganggu akibat terendamnya jalan-jalan utama, serta terbatasnya akses ke pusat-pusat layanan kesehatan dan pendidikan. Warga mengungkapkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama untuk mendapatkan sembako, karena akses transportasi yang sangat terbatas.
Untuk menangani banjir tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung turun ke lapangan untuk melakukan assesmen situasi. BPBD Sidoarjo telah membuka posko pengungsian bagi warga yang terdampak, dengan menyediakan tempat aman bagi mereka yang rumahnya terendam banjir. Selain itu, BPBD juga mengerahkan peralatan berat untuk membersihkan saluran air dan mengurangi potensi banjir susulan.
Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo juga turut serta dalam memberikan bantuan. Bantuan sembako seperti beras, mie instan, dan kebutuhan dasar lainnya sudah didistribusikan kepada masyarakat yang berada di lokasi pengungsian. Dinsos juga mencatat keluhan masyarakat terkait penyakit kulit, dan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk penanganan medis lebih lanjut.

Proses asesmen dilakukan oleh BPBD dan Dinsos, dengan fokus pada pemetaan daerah yang terparah terkena dampak banjir. Setelah itu, BPBD bersama pemerintah setempat mendistribusikan fasilitas MCK darurat kepada warga yang tinggal di pengungsian, untuk mengurangi risiko penularan penyakit yang dapat berkembang akibat sanitasi yang buruk. Fasilitas MCK ini juga dilengkapi dengan sabun dan cairan disinfektan untuk menjaga kebersihan.
Pemerintah setempat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pendistribusian bahan-bahan kebutuhan sehari-hari, termasuk pakaian bersih, selimut, dan peralatan kebersihan, demi menjaga kondisi kesehatan masyarakat.
Dalam rangka mencegah penyakit lebih lanjut, BPBD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menghimbau kepada warga untuk segera membersihkan diri dengan mandi dan mencuci pakaian menggunakan sabun, serta menghindari kontak langsung dengan air banjir yang terkontaminasi. Selain itu, penyuluhan tentang bahaya penyakit kulit dan cara pencegahannya juga dilakukan kepada warga, terutama yang tinggal di daerah yang masih terendam.
Pemerintah juga berencana untuk melakukan fogging di beberapa titik pemukiman untuk mencegah berkembangnya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, seperti DBD. Penyuluhan terkait pola hidup sehat dan kebersihan juga terus disosialisasikan oleh petugas kesehatan.
Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan menjaga kerjasama dengan petugas dalam penanggulangan bencana ini. Dinas Kesehatan dan tenaga medis juga terus memberikan layanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan, serta memprioritaskan penanganan penyakit kulit yang muncul pasca-banjir.
Bantuan sembako yang menjadi kebutuhan utama bagi warga di Desa Banjarasri juga terus didistribusikan, sementara upaya pemulihan pasca-banjir akan terus dilakukan untuk memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Namun, di RT 012 RW 003, Desa Banjarasri dilaporkan belum mendapatkan penanganan yang memadai. Warga di wilayah tersebut meminta perhatian segera dari pihak terkait untuk distribusi bantuan dan evakuasi. “Kami harap pemerintah segera turun tangan. Hingga saat ini, kami belum menerima bantuan apa pun,” kata salah satu warga yang terdampak, Ibu Siti Asma’ul Chusnah.”
Banjir yang melanda Desa Banjarasri telah menimbulkan dampak serius, baik dari sisi kesehatan maupun sosial ekonomi masyarakat. Meski berbagai langkah telah diambil oleh pemerintah dan instansi terkait, masih ada wilayah yang memerlukan perhatian lebih. Koordinasi yang baik antar pihak terkait diperlukan agar penanganan banjir ini berjalan lebih efektif dan menyeluruh.
Semoga dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Desa Banjarasri dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas normal. Red (ynr).