Sidoarjo, Pointernews.net | 30 Oktober 2025 — Rasa kepedulian dan semangat gotong royong terus mengalir dari Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo. Sebagai wujud nyata dari amanah dan empati sosial, LAZISNU PCNU Sidoarjo kembali menyalurkan santunan tahap ketiga kepada para wali santri korban musibah runtuhnya mushala Pesantren Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan penyaluran ini dilakukan pada Rabu (29/10/2025) dengan mengunjungi rumah duka wali santri almarhum Ubay Dinhai Azkal Askia (15) di Perum Bumi Candi Asri, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua LAZISNU PCNU Sidoarjo, H. Achmad Fahrurrozi, bersama jajaran pengurus dan tim relawan turut melakukan takziyah dan doa bersama untuk mendoakan almarhum. Ia kemudian menyerahkan santunan berupa uang tunai sebesar Rp15 juta serta 5 paket sembako kepada keluarga duka.
“Kami turut berduka cita yang mendalam. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran. Kami yakin adik Ubay wafat dalam keadaan syahid, insyaAllah husnul khatimah,” ujar H. Achmad Fahrurrozi dengan penuh haru dan keikhlasan.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari amanah umat yang harus disampaikan secara transparan dan tepat sasaran kepada keluarga yang terdampak.
Lebih lanjut, Kepala Cabang NU Care–LAZISNU PCNU Sidoarjo itu menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan santunan bagi 18 santri yang menjadi korban dalam peristiwa tragis di Pesantren Al-Khoziny. Hingga saat ini, donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp473.612.091.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, masyarakat, serta relawan yang telah memberikan dukungan, baik berupa dana, tenaga, maupun doa. Ini semua bentuk ketulusan dan semangat kepedulian yang luar biasa,” ungkapnya.
Selain santunan kepada para wali santri, LAZISNU PCNU Sidoarjo juga berencana memberikan bantuan khusus untuk Pesantren Al-Khoziny sebesar Rp100 juta sebagai bentuk dukungan pemulihan fasilitas dan kegiatan pendidikan santri.
“Kami ingin amanah masyarakat ini benar-benar sampai kepada yang berhak. InsyaAllah semua penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan keterbukaan,” tambahnya.
Sementara itu, Muhyidin, ayah dari almarhum Ubay, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh LAZISNU PCNU Sidoarjo serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada LAZISNU Sidoarjo. Semoga amal baiknya diterima Allah SWT. Mudah-mudahan Ubay tenang di alam sana. Kami sudah pasrah lillahi ta’ala dengan musibah ini. Beban kami sekeluarga sekarang agak ringan karena banyak pihak yang memberi dukungan dan bantuan,” tutur Muhyidin penuh haru.
Ia juga menjelaskan bahwa setelah proses identifikasi, jenazah almarhum telah dimakamkan di Kabupaten Sampang sesuai permintaan keluarga besar.
Kegiatan sosial ini menunjukkan bahwa LAZISNU PCNU Sidoarjo bukan hanya sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam gerakan kemanusiaan dan solidaritas umat. Dengan semangat amanah, keikhlasan, dan ketabahan, lembaga ini terus berkomitmen menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan.
“Kami menjalankan amanah ini dengan semangat kemanusiaan. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada seluruh keluarga korban dan membalas kebaikan semua pihak yang telah membantu,” ujar H. Achmad Fahrurrozi menutup kegiatan dengan doa bersama.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan nilai-nilai syar’i dan amanah organisasi, sebagaimana diatur dalam:
- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang menegaskan pentingnya pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq, dan shadaqah secara profesional dan transparan.
- Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU Pengelolaan Zakat.
- Pedoman Operasional LAZISNU Nahdlatul Ulama, yang menekankan prinsip amanah, kejujuran, transparansi, dan kemaslahatan umat.
Dengan adanya santunan ini, diharapkan keluarga santri yang menjadi korban dapat memperoleh kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan. Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Sidoarjo untuk terus menumbuhkan jiwa kepedulian, solidaritas, dan gotong royong, sebagai ciri khas warga Nahdliyyin yang berpegang pada nilai rahmatan lil ‘alamin.
“Harapan kami, semangat kebersamaan dan kepedulian ini terus terjaga. Mari kita doakan para korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan semoga para penyintas senantiasa diberi kekuatan dan kesabaran,” tutup H. Achmad Fahrurrozi. Red (tim).