Sidoarjo, Pointernews.net | 10 Mei 2026 — Sebanyak 230 calon kepala desa (cakades) di Sidoarjo mengikuti pembekalan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya menciptakan kontestasi demokrasi desa yang aman, tertib, damai, dan kondusif.
Pembekalan yang dilaksanakan pada Sabtu (9/5/2026) itu dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam arahannya, Bupati Sidoarjo menegaskan pentingnya menjaga stabilitas dan persatuan masyarakat selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung. Ia meminta seluruh pasangan calon beserta tim sukses mampu menahan diri dan menjaga suasana tetap sejuk agar tidak memicu konflik di tengah masyarakat desa.
“Komitmen kita Pilkades damai. Pemilihan kepala desa tanggal 24 Mei 2026 nanti jangan sampai menjadi kegaduhan,” tegasnya.
Menurut Bupati Subandi, Pilkades seharusnya menjadi ajang demokrasi yang sehat, bermartabat, dan mampu memperkuat persaudaraan antarwarga, bukan justru menimbulkan perpecahan sosial di lingkungan desa.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Forkopimda juga telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan politik cukup tinggi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi konflik serta memastikan seluruh proses Pilkades berjalan aman dan terkendali.
“Kita sudah mapping daerah-daerah yang rawan politiknya tinggi,” ungkapnya.
Selain mengingatkan soal keamanan dan kondusivitas, Bupati Sidoarjo juga menyoroti tingginya biaya politik dalam kontestasi kepala desa. Ia mengingatkan para calon kepala desa agar tidak mengeluarkan biaya berlebihan yang nantinya dapat memicu praktik korupsi ketika sudah menjabat.
“Kalau biaya politik tinggi, mau tidak mau ada korupsi karena gaji kepala desa ini Rp5,5 juta,” ujarnya.
Bupati Subandi menambahkan, pembekalan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh calon kepala desa agar mampu menjalankan roda pemerintahan desa secara profesional, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, S.Sos., MM., menjelaskan bahwa Pilkades serentak 2026 akan dilaksanakan di 80 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
“Terdapat 230 calon kepala desa yang akan mengikuti Pilkades tahun 2026,” katanya.
Ia berharap seluruh tahapan kampanye dapat berlangsung santun, edukatif, serta mengedepankan penyampaian program kerja yang realistis sesuai kebutuhan masyarakat desa.
“Kami berharap kampanye berlangsung santun, edukatif, dan bermartabat,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan Pilkades Serentak 2026 dapat berjalan aman, tertib, damai, dan menghasilkan pemimpin desa yang berkualitas, amanah, serta mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat desa masing-masing.
Melalui pembekalan ini, para calon kepala desa diharapkan tidak hanya siap berkompetisi secara demokratis, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas korupsi. Semangat membangun desa, menjaga persatuan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat menjadi pesan utama yang terus digaungkan dalam Pilkades Serentak 2026 di Sidoarjo.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Forkopimda, aparat keamanan, dan pemerintah daerah, Pilkades Serentak 2026 diharapkan menjadi contoh pesta demokrasi desa yang dewasa, penuh semangat kebersamaan, serta mampu melahirkan pemimpin-pemimpin desa yang amanah dan berpihak kepada rakyat. Red (dny/ynr).