Sidoarjo, Pointernews.id | 30 Mei 2025 — Suasana penuh semangat dan bangga menyelimuti Platinum Cineplex Sun City Sidoarjo, pada Rabu (28/05/2025), saat SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo menggelar acara nonton bareng (nobar) tujuh film pendek karya siswa kelas IX, sekaligus melaunching dua buku antologi berjudul “Sekolah Orange” dan “Ketika Naskah Bercerita”. Acara ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan nyata sekolah terhadap kreativitas dan bakat peserta didiknya.
Tujuh film pendek yang diputar dalam gelaran ini adalah: Kompas, Nyawang Kelir, Selembar Kertas, Log Out, Kisah Klasik Kita, Own Path, Demit Letter. Film-film ini merupakan hasil karya kolaboratif para siswa dari proses penulisan naskah, penyutradaraan, pengambilan gambar, hingga editing. Tidak hanya karya visual, kreativitas mereka juga tertuang dalam bentuk literasi yang dibukukan dalam dua antologi puisi dan cerita pendek.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti Ketua Yayasan Purnama Sidoarjo yang menaungi SMP dan SMK Sepuluh Nopember, Misti Hariyasih, SE, MM, serta Abdullah, S.Pd, M.Pd., pengawas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo. Sejumlah wali murid dan perwakilan siswa dari SD sekitar juga turut hadir memberikan dukungan dan semangat.
Saiful Tulus Jatmika, S.Pd, M.Pd, Kepala SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo, menyampaikan bahwa pemutaran film pendek ini adalah yang ketiga kalinya dilakukan oleh sekolah. Namun, tahun ini memiliki keistimewaan karena dipadukan dengan literasi melalui peluncuran dua buku hasil karya siswa.
“Dari naskah-naskah tersebut diwujudkan dalam film pendek, yang kemudian kami putar di bioskop agar anak-anak merasakan langsung bagaimana proses karya mereka ditonton orang lain. Ini untuk menanamkan bahwa berkarya bisa dilakukan lewat berbagai cara — tulisan, audio visual, maupun lainnya,” ujar Saiful.
Ia menambahkan bahwa di balik setiap karya selalu ada kolaborasi tim: dari penulis naskah, talent, kamera, hingga produser — semuanya ditangani oleh siswa sendiri dengan pendampingan guru. Nilai-nilai seperti kerja sama, gotong royong, dan komunikasi dikembangkan secara nyata dalam proses produksi.
“Kami membekali anak-anak untuk belajar berkarya dan menyampaikan pesan-pesan bermakna melalui karya mereka. Nilai pendidikan ada di dalam proses maupun hasilnya,” imbuhnya.
Misti Hariyasih, SE, MM, Ketua Yayasan Purnama Sidoarjo, menyatakan rasa bangga atas pencapaian siswa SMP Sepuluh Nopember.
“Alhamdulillah, saya tidak bisa berkata banyak selain satu kata: keren. Ini luar biasa. Saya selaku Ketua Yayasan merasa bahagia bisa memfasilitasi kreatifitas siswa-siswi kami. Setiap tahun selalu ada kemajuan yang signifikan,” ungkapnya.
Ia juga mengaku sempat tidak menyangka siswa setingkat SMP bisa melahirkan karya yang begitu matang dan menyentuh.
“Saya pikir anak SMP ya biasa saja. Tapi ternyata luar biasa. Dan tentu ini berkat bimbingan guru-guru yang juga luar biasa,” lanjutnya.
Sementara itu, Abdullah, S.Pd, M.Pd., pengawas SMP dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, turut memuji kualitas karya siswa.
“Saya sangat mengapresiasi. Dari pengambilan gambar, editing, musik, sampai ke pesan yang disampaikan — walaupun lokasi pengambilan gambar hanya di sekitar sekolah, hasilnya sangat layak ditonton,” katanya.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa proses pendidikan tidak terbatas di ruang kelas. Anak-anak belajar mencipta, berkolaborasi, dan menyampaikan pesan melalui media yang mereka kuasai.
Saiful Tulus Jatmika berharap karya anak-anak terus tumbuh, semakin berkualitas, dan mendapatkan ruang yang lebih luas.
“Kami berharap karya anak-anak bisa semakin banyak, semakin dievaluasi, dan terus berkembang. Bisa sampai pada titik pemutaran film di bioskop saja sudah merupakan capaian luar biasa,” ujarnya menutup dengan penuh haru.
Dengan semangat literasi dan kreativitas yang terus menyala, SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo membuktikan bahwa pendidikan masa kini adalah tentang menggali potensi, menumbuhkan keberanian untuk berkarya, dan menciptakan ruang untuk berekspresi. Red (adm/ynr).