Sidoarjo, Pointernews.id | 16 Juli 2025 – Raut wajah penuh semangat dan harapan tampak dari para pekerja saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, S.KM., M.Kes., secara simbolis menyerahkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada lebih dari 150 ribu pekerja aktif di Kabupaten Sidoarjo, Rabu pagi (16/07/2025). Prosesi penyaluran BSU ini digelar di Kantor Pos Jalan Sultan Agung, sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendukung ketahanan ekonomi keluarga pekerja.
Bantuan ini diberikan kepada pekerja yang terdaftar aktif di BPJS Ketenagakerjaan dengan penghasilan bulanan di bawah Rp3,5 juta. Masing-masing penerima memperoleh dana Rp600 ribu, yang merupakan akumulasi BSU untuk bulan Juni dan Juli 2025.
“BSU ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga kesejahteraan para pekerja di tengah tekanan ekonomi. Gunakan dana ini sebaik-baiknya untuk kebutuhan rumah tangga atau hal yang produktif. Jangan sampai digunakan untuk hal yang konsumtif, apalagi aktivitas ilegal seperti judi online,” tegas Dr. Fenny Apridawati di hadapan ratusan penerima manfaat.
Sekda Sidoarjo menjelaskan bahwa penyaluran BSU di wilayahnya dibagi dalam dua skema, yakni: Penerima yang memiliki rekening bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN — bantuan langsung masuk ke rekening masing-masing. Penerima yang tidak memiliki rekening Himbara — mengambil dana secara langsung di Kantor Pos.
Dr. Fenny merinci, sebanyak 77.989 pekerja menerima bantuan melalui Kantor Pos dengan total nilai mencapai Rp46,7 miliar. Sementara itu, penyaluran melalui rekening Himbara menjangkau sekitar 77.500 pekerja, masing-masing menerima Rp600 ribu.
“Kami berharap dana ini benar-benar digunakan dengan bijak untuk hal-hal yang meningkatkan kualitas hidup dan mendukung ketahanan pangan keluarga,” imbuhnya.
Sekda Sidoarjo juga mengingatkan penerima manfaat agar tidak menyalahgunakan dana BSU. Ia mengutip data dari Kementerian Sosial dan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), yang menunjukkan bahwa ratusan ribu NIK penerima bansos sebelumnya disinyalir terlibat dalam transaksi judi online dengan nilai transaksi mendekati Rp1 triliun.
“BSU ini adalah amanah. Tujuan utama dari pemberian bantuan ini adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat. Mari kita buktikan bahwa bantuan ini tidak disia-siakan,” tegas Fenny.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo, Arie Fianto Syofian, menyampaikan bahwa secara umum proses penyaluran BSU berjalan lancar, meski terdapat kendala teknis terkait rekening pasif.
“Ada beberapa kasus di mana rekening Himbara milik penerima tidak aktif atau disebut ‘dormant’. Rekening seperti ini tidak bisa menerima dana karena dianggap tidak aktif oleh sistem bank. Solusinya, dana BSU tersebut dapat diambil langsung di Kantor Pos,” jelas Arie.
Penyaluran BSU kepada lebih dari 150 ribu pekerja ini bukan hanya bentuk dukungan finansial, tetapi juga cerminan nyata bahwa negara hadir dalam menjaga martabat para buruh dan pekerja. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui BSU menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh meninggalkan mereka yang berada di lapisan rentan.
Setiap lembar bantuan yang diterima hari ini membawa amanah besar untuk digunakan secara bijak. BSU bukan hanya angka di rekening, melainkan jembatan menuju kehidupan yang lebih stabil dan sejahtera.
Dengan semangat gotong-royong, Pemkab Sidoarjo terus bergerak menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Harapannya, melalui langkah ini, ketahanan ekonomi rumah tangga tetap terjaga dan kesejahteraan pekerja semakin meningkat. Red (el/ynr).