Sidoarjo, Pointernews.net | 4 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) dengan agenda sosialisasi penjaringan calon Ketua Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Anak Ranting (PAR), Jumat (3/7/2026).
Rakorcab tersebut diikuti seluruh jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo, perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sidoarjo, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sidoarjo.
Turut hadir Pengampu Daerah Pemilihan (Dapil) II Jawa Timur sekaligus Wakil Ketua Bidang Industri, Perdagangan, Investasi, Koperasi dan UMKM DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Isnainiah, serta Wakil Sekretaris Bidang Internal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ratih Detya Wijayanti.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo, Hari Yulianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakorcab digelar sebagai tindak lanjut atas instruksi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dalam rangka memperkuat konsolidasi organisasi melalui pembentukan Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Hari Yulianto, proses konsolidasi organisasi menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur partai hingga ke tingkat akar rumput sekaligus memastikan seluruh kader tetap solid dalam menjalankan amanah perjuangan partai.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur terkait konsolidasi organisasi dan pembentukan Pengurus Ranting maupun Pengurus Anak Ranting,” ujarnya.
Anggota DPRD Jawa Timur tersebut juga menyinggung kondisi nasional yang menurutnya memiliki kemiripan dengan situasi pada penghujung kepemimpinan Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno. Saat itu, Bung Karno menyampaikan pidato berjudul Vivere Pericoloso atau “Tahun-Tahun Marabahaya”.
Mengutip pidato tersebut, Hari Yulianto menegaskan bahwa terdapat tiga jalan keluar yang ditawarkan Bung Karno melalui konsep Trisakti.
“Untuk keluar dari situasi tersebut, Bung Karno menawarkan Trisakti, yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan,” katanya.
Karena itu, ia berharap proses penjaringan calon Ketua Pengurus Ranting maupun Pengurus Anak Ranting mampu menghasilkan kader-kader terbaik yang memiliki kapasitas, integritas, loyalitas, serta semangat pengabdian kepada rakyat sehingga mampu menambah kekuatan partai ke depan.
Menurutnya, pembentukan Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting merupakan langkah strategis dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan partai.
“Pembentukan Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting adalah langkah awal bagaimana menyiapkan kader yang berkualitas sehingga mampu menopang kerja-kerja kerakyatan,” tegasnya.
Hari Yulianto juga mengajak seluruh kader untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat persaudaraan, serta bekerja bersama rakyat dalam menjalankan amanah partai.
“Bagaimana kita PDI Perjuangan bekerja sekeras-kerasnya bersama rakyat, bersatu padu, dan solid di internal. Dengan persatuan dan semangat gotong royong, kita akan mampu menjalankan seluruh amanah partai demi kepentingan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Rakorcab secara resmi dibuka oleh Wakil Sekretaris Bidang Internal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ratih Detya Wijayanti.
Ratih menyampaikan bahwa Rakorcab merupakan bagian penting dari proses konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat desa dan lingkungan.
“Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting merupakan ujung tombak partai. Oleh karena itu, tetaplah bersemangat bergotong royong dan mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi,” ujarnya.
Ia juga berharap proses konsolidasi mampu memberikan ruang yang lebih luas kepada kader muda dan kader perempuan agar ikut mengambil peran strategis dalam kepengurusan partai.
Di sisi lain, kader-kader senior diharapkan terus membimbing serta mentransformasikan pengalaman dan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi dalam jangka menengah maupun jangka panjang.
“Semangat persaudaraan dan gotong royong harus selalu dijaga sehingga Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting dapat bekerja sebagaimana amanat partai,” tegas Ratih.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo, Raymond Tara, memaparkan secara rinci mengenai aturan partai terkait tata cara pembentukan Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme dimulai dari proses pengusulan calon ketua, dilanjutkan rapat pleno PAC dan DPC maupun Musyawarah Ranting sesuai ketentuan organisasi.
Menurut Raymond, pelaksanaan pembentukan kepengurusan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan daerah pemilihan (dapil), dimulai pada minggu kedua Juli 2026 dan ditargetkan selesai paling lambat pada Agustus 2026.
Melalui Rakorcab ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo berharap proses penjaringan Ketua Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting berjalan demokratis, transparan, serta mampu melahirkan kader-kader yang militan, berintegritas, memiliki semangat gotong royong, dan siap mengemban amanah partai.
Dengan terbentuknya kepengurusan yang solid hingga tingkat akar rumput, diharapkan PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo semakin kuat dalam menjalankan kerja-kerja kerakyatan, memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta menjaga semangat persatuan, regenerasi, dan pengabdian sesuai nilai-nilai perjuangan partai. Red (ark/ynr).