Sidoarjo, Pointernews.net | 30 Agustus 2026 — Menuju Pemilu 2029, DPD Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo mulai mematangkan berbagai persiapan dan strategi politik. Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Sidoarjo yang digelar di Favehotel, Sabtu (29/8/2026).
Rakerda menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Partai Golkar Sidoarjo untuk menyusun langkah bersama, memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan, sekaligus memetakan strategi guna meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan pelantikan pengurus kecamatan Partai Golkar se-Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 284 peserta mengikuti kegiatan yang terdiri atas pengurus kecamatan dan jajaran pengurus pleno DPD Partai Golkar Sidoarjo.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Dr. H. Ali Mufthi, menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda organisasi rutin. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting untuk mengukur kemampuan organisasi sekaligus menyusun perencanaan yang dapat dipahami dan dijalankan secara bersama-sama oleh seluruh kader.
Ia berharap jajaran DPD Partai Golkar Sidoarjo di bawah kepemimpinan Adam Rusydi mampu menyusun desain organisasi dan gerakan politik yang semakin cerdas, terukur, serta memiliki arah yang jelas.
“Kita harapkan Pak Adam dan teman-teman bisa mendesain Golkar Kabupaten Sidoarjo itu lebih smart, bisa merumuskan pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan dalam bentuk paper yang itu dipahami secara bersama-sama oleh seluruh jajaran partai,” ujar Ali Mufthi.
Menurutnya, setiap gagasan yang lahir dari Rakerda harus diterjemahkan menjadi sebuah panduan bersama. Dengan demikian, seluruh kader memiliki arah perjuangan yang sama dan mampu menjalankan kerja politik secara terkoordinasi.
“Itulah fungsi Rakerda. Ini penting sekali karena itu akan menjadi panduan bagi seluruh kader untuk berjuang bersama-sama meraih apa yang dicita-citakan oleh Golkar Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya.
Ali Mufthi menekankan bahwa persiapan menuju Pemilu 2029 tidak boleh dilakukan secara mendadak. Menurutnya, kekuatan organisasi, konsolidasi kader, strategi pemenangan, serta kedekatan dengan masyarakat harus mulai dibangun sejak jauh hari.
“Pemilu itu 2029. Harus kita desain mulai sekarang. Kita rumuskan dari sekarang menjadi panduan bersama kita untuk melangkah menuju 2029,” tegasnya.
Ia pun mendorong seluruh kader untuk bekerja dengan penuh semangat, disiplin, solid, dan amanah dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian. Kemenangan politik, kata dia, harus dibangun melalui kerja nyata dan konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Selain memperkuat struktur internal, Partai Golkar Jawa Timur juga mulai memberi perhatian lebih besar terhadap pemilih muda. Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah politik pada masa mendatang.
“Secara keseluruhan di Jawa Timur gerakan kita adalah bagaimana anak muda ini melek politik, dan menjadikan Golkar sebagai tempat menyampaikan aspirasinya,” jelas Ali Mufthi.
Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo yang juga Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur, Adam Rusydi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa fokus utama partainya adalah meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu mendatang sekaligus memperkuat perjuangan terhadap aspirasi masyarakat.
“Yang pasti kita ini ada target agar kita meningkat kursinya. Dan kita betul-betul diharapkan fokus pada pemilu mendatang,” kata Adam Rusydi.
Ia menilai Rakerda merupakan bagian dari proses konsolidasi untuk menyatukan visi, memperkuat soliditas kader, serta memastikan seluruh struktur Partai Golkar Sidoarjo bergerak dalam satu arah.
Menurut Adam, seluruh kader harus menjadikan amanah organisasi sebagai tanggung jawab bersama. Target politik tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata, kedekatan dengan masyarakat, serta kemampuan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di daerah.
“Semangat kita adalah bekerja, berjuang dan hadir di tengah masyarakat. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat harus kita dengarkan dan kita perjuangkan sesuai dengan kewenangan yang kita miliki,” ujarnya.
Di sisi lain, Partai Golkar Sidoarjo memastikan akan tetap menjalankan fungsi sebagai mitra kritis Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Adam mengapresiasi geliat pembangunan dan sejumlah perbaikan yang mulai terlihat di Kabupaten Sidoarjo. Salah satu yang menjadi perhatian adalah upaya pemerintah dalam menangani persoalan banjir melalui perbaikan drainase dan pembersihan sungai.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan hal positif yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan secara konsisten. Persoalan banjir dan kerusakan infrastruktur, kata Adam, harus menjadi perhatian berkelanjutan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan.
“Kami tentu berharap pola-pola pencegahan banjir dan jalan rusak terus diprioritaskan. Dan kami akan menjadi partner yang kritis dan baik kepada Pemkab Sidoarjo,” ungkapnya.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Partai Golkar Sidoarjo ingin membangun hubungan konstruktif dengan pemerintah daerah. Dukungan diberikan terhadap program yang berpihak kepada masyarakat, sementara kritik dan masukan tetap disampaikan ketika terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki.
Dukungan terhadap penguatan Partai Golkar Sidoarjo juga disampaikan anggota DPR RI, dr. Adela Kanasya Adies. Ia berharap Rakerda mampu menghasilkan program-program konkret yang tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga berdampak terhadap peningkatan suara Partai Golkar di Sidoarjo dan Jawa Timur pada Pemilu mendatang.
“Harapan saya semoga Rakerda di Sidoarjo ini bisa menghasilkan program-program yang tentunya nanti bisa membangun dan meningkatkan suara Golkar di Kabupaten Sidoarjo dan nantinya bisa di seluruh Provinsi Jawa Timur untuk pemilu yang akan datang,” ujarnya.
Ia juga memastikan berbagai aspirasi masyarakat Sidoarjo yang disampaikan melalui dirinya akan tetap ditampung dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
“Tentu bervariasi ya, banyak sekali aspirasi yang ada dari masyarakat terutama ke pusat. Dan tentunya semua aspirasi tersebut akan kita tampung dan jika memang bisa kita bantu di pusat akan kita bantu,” jelasnya.
Sementara aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, lanjutnya, akan dikoordinasikan dan dikolaborasikan dengan pemerintah daerah.
“Jika memang itu adalah kewenangan dari kabupaten, nanti pasti akan kita kolaborasikan dengan kabupaten,” tegasnya.
Rakerda DPD Partai Golkar Sidoarjo menjadi penanda dimulainya langkah yang lebih terarah menuju Pemilu 2029. Konsolidasi struktur hingga tingkat kecamatan, pelantikan pengurus, penyusunan program kerja, perhatian terhadap generasi muda, serta penguatan komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian dari agenda yang ingin dibangun.
Dengan semangat kebersamaan dan soliditas seluruh kader, Partai Golkar Sidoarjo diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi secara maksimal. Setiap pengurus dan kader dituntut tidak hanya bekerja untuk kepentingan politik partai, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Perjalanan menuju Pemilu 2029 masih panjang. Karena itu, kerja politik tidak cukup hanya mengandalkan momentum menjelang pemilu. Diperlukan konsistensi, kedisiplinan, komunikasi yang baik, serta keberanian untuk terus mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Dukungan dari DPD Partai Golkar Jawa Timur, jajaran DPR RI, pengurus kecamatan, hingga seluruh kader menjadi energi penting bagi Golkar Sidoarjo untuk terus bergerak.
Dengan konsolidasi yang kuat, kerja yang amanah, semangat yang tidak pernah padam, serta komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, Golkar Sidoarjo menatap Pemilu 2029 dengan optimisme untuk meningkatkan perolehan kursi sekaligus memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo.
Golkar Sidoarjo: solid dalam organisasi, dekat dengan rakyat, amanah dalam perjuangan, dan siap melangkah menuju Pemilu 2029. Red (ynr).