Blitar, Pointernews.net | 21 Juli 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan di bidang peternakan. Sebagai langkah awal, Lapas Blitar menghadirkan 30 ekor ayam petelur yang akan menjadi sarana pembelajaran sekaligus praktik bagi warga binaan dalam mengembangkan keterampilan beternak.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Blitar dalam meningkatkan kompetensi warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang produktif setelah kembali ke tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan sektor peternakan yang berkelanjutan.

Pembinaan keterampilan peternakan menjadi salah satu pendekatan yang dinilai efektif dalam membangun kemandirian warga binaan. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai teknik dasar budidaya ayam petelur, mulai dari penyiapan kandang, pemberian pakan, perawatan kesehatan ternak, hingga pengelolaan hasil produksi telur. Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, warga binaan juga dilibatkan secara langsung dalam proses pemeliharaan sehingga mampu memahami praktik budidaya secara menyeluruh.
Dengan metode pembelajaran tersebut, diharapkan warga binaan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan sebagai peluang usaha maupun bekal bekerja setelah menyelesaikan masa pidana. Program ini sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku, peningkatan kompetensi, dan penguatan kemandirian.

Kepala Lapas Blitar, Iswandi, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari selesainya masa pidana, tetapi juga dari kesiapan warga binaan untuk kembali menjalankan peran yang positif di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bernilai ekonomi. Melalui pelatihan beternak ayam petelur ini, mereka diharapkan memiliki bekal untuk membuka peluang usaha maupun bekerja setelah bebas nanti. Ini merupakan bentuk nyata komitmen Lapas Blitar dalam menghadirkan pembinaan yang bermanfaat, berkelanjutan, dan mampu memberikan harapan baru bagi masa depan warga binaan,” ujar Iswandi.
Program ini juga menjadi wujud dukungan Lapas Blitar terhadap upaya pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan produktif. Melalui pembinaan yang terarah, warga binaan didorong untuk memiliki semangat belajar, disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja yang baik sebagai modal utama dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Ke depan, Lapas Blitar akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan berbasis keterampilan yang disesuaikan dengan potensi daerah dan kebutuhan dunia kerja. Beragam pelatihan produktif akan terus diperluas agar semakin banyak warga binaan memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pembinaan.

Melalui langkah tersebut, Lapas Blitar berharap dapat mencetak warga binaan yang lebih mandiri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga maupun masyarakat. Semangat pembinaan yang berkelanjutan diharapkan menjadi amanah yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sehingga proses pemasyarakatan benar-benar menjadi sarana pembentukan pribadi yang lebih baik, berdaya saing, serta siap berpartisipasi dalam pembangunan bangsa.
Lapas Blitar berharap program pelatihan peternakan ayam petelur ini menjadi awal yang baik dalam menciptakan warga binaan yang memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan semangat untuk bangkit. Dengan bekal kompetensi yang dimiliki, mereka diharapkan mampu membangun usaha secara mandiri, memperoleh pekerjaan yang layak, serta menghindari pengulangan tindak pidana. Melalui pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan, Lapas Blitar berkomitmen menghadirkan proses pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, keluarga, masyarakat, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan pembangunan nasional. Red (Suhendro).