Mojokerto, Pointernews.net | 23 Juli 2026 – Proses pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan Jembatan Sumber Kembar IV di ruas jalan Wonodadi–Jatilangkung, Kabupaten Mojokerto, terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Proyek yang dikerjakan oleh PT Karya Sejati Utama tersebut mengedepankan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) guna menjamin keamanan pekerja sekaligus menjaga kualitas hasil pembangunan.
Di lokasi pekerjaan, seluruh pekerja terlihat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, seperti helm proyek, rompi reflektif, sepatu keselamatan, sarung tangan, dan perlengkapan keselamatan lainnya. Selain itu, aktivitas konstruksi juga berada dalam pengawasan tim teknis yang secara rutin melakukan monitoring agar setiap tahapan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis, standar mutu, serta ketentuan keselamatan yang berlaku.
Pembangunan Jembatan Sumber Kembar IV memiliki nilai kontrak sebesar Rp3.069.818.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2026. Proyek ini merupakan bagian dari subkegiatan Pembangunan Jembatan pada Program Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender, terhitung mulai 22 Juni hingga 18 Desember 2026.
Jembatan berukuran 6 meter x 9 meter tersebut dibangun sebagai akses penghubung utama antara Desa Wonodadi dan Desa Jatilangkung. Selain pembangunan struktur utama jembatan, pekerjaan juga meliputi pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berfungsi memperkuat konstruksi, menjaga stabilitas badan jalan, serta mengantisipasi potensi longsor dan gerusan air saat musim hujan.
Dengan dukungan tenaga kerja yang berpengalaman di bidang konstruksi serta pengawasan yang dilakukan secara berkala, PT Karya Sejati Utama diharapkan mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan. Konsistensi dalam penerapan K3 menjadi salah satu prioritas utama agar seluruh proses pembangunan berlangsung aman, tertib, dan sesuai standar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Sumber Kembar IV merupakan salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jembatan ini akan menjadi penghubung vital bagi masyarakat Wonodadi dan Jatilangkung. Kami berharap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Keberadaan jembatan baru tersebut diyakini akan memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, memudahkan aktivitas pelaku UMKM, serta meningkatkan akses menuju pusat pelayanan dan perekonomian.
Dengan infrastruktur yang lebih baik, waktu tempuh dan biaya transportasi dapat ditekan sehingga mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar.
Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diimbau untuk mendukung kelancaran pekerjaan dengan mematuhi rambu-rambu serta pengaturan lalu lintas di sekitar area proyek.
Setelah rampung pada akhir tahun 2026, Jembatan Sumber Kembar IV diharapkan menjadi infrastruktur yang kokoh, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Red (srh).