Mojokerto, Pointernews.net | 19 Maret 2026 — Kegiatan peragaan atau demo memasak yang dilakukan oleh seorang sales peralatan masak di lingkungan Puskesmas Bangsal menuai sorotan dari sejumlah pihak. Aktivitas tersebut berlangsung pada siang hari di bulan Ramadan dan dinilai kurang etis karena dilakukan di area pelayanan kesehatan yang juga digunakan oleh pasien.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kegiatan demo memasak tersebut dilaksanakan di area pelayanan puskesmas, tepatnya di ruang pendaftaran dan ruang tunggu pasien yang berada di Jl. Raya Puloniti No. 01, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Dalam kegiatan tersebut, seorang sales peralatan masak melakukan peragaan memasak yang disaksikan oleh sejumlah pegawai dan karyawan puskesmas. Namun, pelaksanaan kegiatan pada siang hari di bulan Ramadan memunculkan kritik dari berbagai pihak, karena berlangsung di tempat pelayanan publik yang digunakan oleh masyarakat yang sedang menunggu pemeriksaan kesehatan. Beberapa pihak menilai kegiatan tersebut tidak tepat dilakukan di fasilitas kesehatan, terlebih saat masyarakat tengah menjalankan ibadah puasa.
Saat kegiatan berlangsung, tiga awak media mendatangi lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus mengonfirmasi kepada pihak puskesmas terkait kegiatan tersebut. Namun, menurut keterangan awak media, kedatangan mereka tidak mendapat sambutan yang baik dari pihak puskesmas.
Para jurnalis mengaku tidak berhasil menemui pihak yang berwenang untuk memberikan penjelasan terkait kegiatan tersebut.
Upaya konfirmasi juga dilakukan melalui pesan WhatsApp kepada salah satu staf puskesmas bernama Bu Yeni. Dalam percakapan tersebut, ia menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di luar kantor. Namun, menurut salah satu karyawan yang berada di lokasi, Bu Yeni disebutkan berada di dalam ruangan puskesmas pada saat itu.
Perbedaan keterangan tersebut menimbulkan dugaan adanya informasi yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Hingga berita ini ditulis, pihak Puskesmas Bangsal belum memberikan klarifikasi resmi terkait pelaksanaan kegiatan demo memasak tersebut maupun sikap mereka terhadap kedatangan awak media.
Sejumlah awak media berharap persoalan ini dapat segera mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Klarifikasi terbuka dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman sekaligus menjaga transparansi pelayanan publik di fasilitas kesehatan.
Para jurnalis juga berharap pihak puskesmas dapat memberikan penjelasan resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas terkait kegiatan yang berlangsung di lingkungan pelayanan kesehatan tersebut. Red (srh).